BNI Gelar Rights Issue di Semester II-2010
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menggelar penerbitan saham baru alias rights issue pada semester II-2010. Padahal sebelumnya perseroan sudah menyatakan membatalkan rencana rights issue tersebut.
Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, jumlah saham yang akan diterbitkan sekitar 13 persen. Rencana ini akan diusulkan kepada DPR dan tiga kementerian sekaligus, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.
"Kalau sampai saham yang beredar lebih dari 40 persen di bursa kan kita dapat insentif pajak," katanya di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Gatot mengatakan, saat ini pemerintah menguasai 76 persen kepemilikan saham di bank pelat merah itu. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 13 persen ditambah rencana greenshoe 3 persen, maka BNI sudah bisa menikmati insentif pajak.
"Rights issue saja dulu, yang greenshoe kan bisa ditunda dulu," imbuhnya.
Ia menambahkan, aksi korporasi ini secara prinsip sebetulnya sudah mendapat restu dari DPR, namun pemerintah belum juga memberi izin padahal sudah diajukan sejak awal tahun 2010 lalu.
"Mereka (pemerintah) kan sedang sibuk program 100 hari dan Kasus Century, jadi wajar saja. Tapi nanti kita convince (yakinkan) ke pemerintah," jelasnya.
(ang/dnl)
detikfinance.com